Photobucket
Tampilkan postingan dengan label cahaya hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cahaya hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

'Belajar Menjadi Baik'





Tak ada gading yang tak retak  dan  Tak ada tuyul yang tak botak http://www.emoticonizer.com

Begitulah peribahasanya.

MANUSIA
Selain tempatnya salah dan lupa, tak ada manusia yang terlahir sempurna tanpa kesalahan. Setiap insan dalam mengarungi hidupnya tentu tak lepas dari berbagai macam godaan yang melalaikan. Disinilah iman diperlukan. Sekuat apa iman kita untuk menghadapi berbagai godaan-godaan yang melenakan, yang bakal membuat iman kita bahkan lemah dan semakin melemah. Bagaimanapun iman kita,,semoga senantiasa menjadi kuat setiap harinya. Mungkinkah ? mungkin saja. Bagaimana untuk bisa membuatnya tidak semakin melemah. ? dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya.
Simple memang di tuliskan bahkan di ucapkan
Namun betapa dua perkara tersebut tidaklah mudah di amalkan dalam kehidupan sebagaimana mudahnya mengucapkan(terlebih penulis sendiri,, hehe).karena memang syetan akan selalu mencari jalan supaya manusia tak berjalan pada kebenaran. Syetan, musuh manusia yang nyata ini akan terus mengambil peran dalam kondisi apapun sampai manusia benar-benar akan meninggalkan perintah dan mengerjakan laranganNya.
semoga Allah senantiasa melindungi kita dari berbagai macam godaannya.Aamiin

Belajar menjadi baik
Siapa yang tak mau menjadi baik, setiap manusia pasti menginginkan dirinya menjadi manusia yang baik, adakah manusia yang menginginkan dirinya menjadi manusia yang buruk ? dan kalaupun ada saya yakin dalam hati kecilnya  pun tak menginginkan dirinya menjadi manusia yang buruk.


Sebaik-baik manusia adalah yang selalu memperbarui taubatnya. Biar kata masa lalu kita buruk tak terkira,kalau kita benar-benar ingin merubahnya insyaAllah akan selalu ada jalan untuk menjemput hidayahNya untuk kemudian memperbaiki kesalahan-kesalahan dimasa lalu.alangkah beruntungnya orang-orang yang dapat selalu memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu. mengisi hari demi harinya dengan kemanfaatan. jangan pernah berhenti untuk perbaiki diri. belajar menjadi baik dan lebih baik dari hari ini.
Sungguh jangan biarkan syetan melenakan kita dengan berbagai cara untuk membuat kita mengiyakan alasan-alasan yang dibisikannya

"Pandanglah ke atas untuk urusan akhirat  dan  pandanglah kebawah untuk urusan dunia"

insyaAllah upaya kita dalam belajar menjadi baik akan terlaksana

Hidup Adalah BELAJAR
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela
Belajar Taat Meski Berat
Belajar Memahami Meski Tak Sehati
Belajar Sabar Meski Terbebani
Belajar Setia Meski Tergoda
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa
Belajar Mengasihi Meski Disakiti
Belajar Tenang Meski Gelisah
Belajar Percaya Meski Susah
Belajar dan Terus Belajar..

Dan tak ada yang lebih baik yang diperoleh dari belajar

Tanpa BELAJAR MENJADI BAIK

wallahu a'lam..

Selasa, 13 Desember 2011

Tak Perlu Menyalahkan Takdir





“mengapa hidupku seperti ini.!!tak henti kesulitan, kesusahan tak kunjung pergi dari kehidupanku ini..!!!” keluh salah seorang sahabat. Bagaimana tidak, hidupnya seakan tak pernah luput dari cobaan yang bertubi-tubi menderanya. Tak kunjung didapati sepercik harapan yang mampu membuatnya bangkit. Suram masa depan dilihatnya. Diceritakan semua penderitaannya padaku dan aku mengerti kesusahannya,bagaimanapun juga aku manusia yang tentu tak luput dari cobaan pula.

Takdir adalah ketentuanNya
Yang sudah ada bahkan sebelum kita ada dan sampai ke dunia ini. Dan sungguh takdir Allah itu adalah apapun yang terbaik untuk hambaNya. Terbaik apa??darimana?? mungkin sebagian hati kita menolak menerima pernyataan itu. namun itulah. takdir Allah itu rahasia. Allah lah Yang Maha Tahu rahasia dibalik rahasia.
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita meyakini,percaya takdir dan ketentuanNya. Apapun yang terjadi hidup ini hanyalah permainan. Mungkin kita ditakdirkan untuk menjadi orang susah. Pernahkah terfikir disana mengapa Tuhan menakdirkan kita demikian ? adakah terfikir bahwa Allah sedang menyapa kita, mungkin jika kita terlahir sebagai orang yang berkecukupan, mungkin saja kita lalai dari mengingatNya. Begitu pun jika seorang ditakdirkan menjadi seorang yang berkecukupan bukan lantas dia akan menjadi manusia yang bersyukur namun dia pun memikirkan musibah-musibah yang dirasa berat dan menjadi beban hidupnya. Astaghfirullah.. manusia memanglah makhluk yang tak pernah merasa cukup(selalu mengeluh). Alangkah baiknya saat terpuruk dan jatuh mari kita melihat kebawah. Melihat betapa banyak orang di sekliling kita yang jauh lebih menderita dan bahkan beban hidup serta cobaan yang di alaminya lebih berat dibanding kita.
Bersyukur akan membuat hati terasa lapang, dan tak menyalahkan takdir.
Takdir bukan untuk disalahkan tapi untuk membuat kita mengerti dan berfikir bahwa diciptakannya kita tak lain untuk menjalankan ketentuanNya tersebut, agar kita mengenali Rabb kita.

Allah SWT. berfirman: “Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Taghobun 11)

Diriwayatkan dalam sahih Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua-duanya merupakan bentuk kekufuran: mencela keturunan, dan meratapi orang mati".
Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan hadits marfu'', dari Ibnu Mas'ud r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul mukul pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan orang-orang jahiliyah".
Diriwayatkan dari Anas r.a. sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambanya, maka Ia percepat hukuman baginya di dunia, dan apabila Ia menghendaki keburukan pada seorang hambanya, maka Ia tangguhkan dosanya sampai ia penuhi balasannya nanti pada hari kiamat."(HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah SWT. jika mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya, barang siapa yang ridla akan ujian itu maka baginya keridloan Allah, dan barang siapa yang marah / benci terhadap ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah" (Hadits hasan menurut Imam Turmudzi).

Semoga cobaan dan ujian dapat membuat kita semakin dekat denganNya..
Aamiin

Jumat, 02 Desember 2011

'Tetap ku kerjakan sepenuh hati'




Huuuuffttt…Hari ini sangat melelahkan,,lagi lagi harus pulang terlambat.memang bukan yang pertama kali,, dan memang bukan pekerjaan berat yang ku geluti.. pekerjaan yang hanya duduk dan bermain dengan PC(cieeh gayanye macem orang penting aje) iya sie..meski punya orang hehe,namanya jg penjaga warnet.,apa lagi yang dkerjain kalo nggak mantengin layar dan taktiktuk jeglakjeglak hehe(segitunyaa..) ya begitulah sedikit gamabarannya. Buatku pekerjaan yang paling menyenangkan,walau dengan penghasilan yaaa cukuplah(lagian mana ada orang kebanyakan uang?bersyukur euy..hee)tapi alhamdulillah sesuatu banget,,bukan soal pekerjaan atau uang yang saya dapatkan,namun memang banyak sesuatu dengan pekerjaanku ini sampai-sampai membuatku sangat betah berlama-lama ditempat kerja.(jelas senengnya..bisa online gratiiss)
Ya. Itu salah satunya. Browsing gratis sepuasnya., wuuu siapa tak sukaa??? dapet banyak ilmu pula,,pengetahuan,agama semuanya,yang mungkin sebelumnya banyak yang belum ku ketahui,, dengan mudah ku cari di tempat ini.. terlebih teknologi, yaa paling tidak yang tadinya gaptek jadi berkurang dikit laah..hihii,Terlepas dari hal-hal yang menyenangkan dalam pekerjaanku yang sebenarnya memang benar menyenangkan itu.. tak jarang pula rasa bosan,jenuh,sebal,kesal dan kawan2nya berkecamuk di kepala.,plakplakplak.(ngapain?nepok nyamuk?? -,-“ ) Bagaimana tidak, seenak-enaknya pekerjaan yang di kerjakan tentu bertemu juga dengan yang namanya rasa jenuh(bukan rasa jeruk) ada penyebabnya tentu.Dalam hal ini,, kejenuhan dan kekesalanku memuncak manakala banyak sekali tugas di tambah lagi para pelanggan yang berebut minta bantuan wuuff(mending kalo artis,berebutnya minta tanda tangan.  lah ini..??hehe),belum lagi seringnya rekan tak masuk kerja sampai aku harus pulang malam yang seharusnya tak sampai malam jam kerjaku..huuftt sungguh melelahkan. Ya Allah.. dan akhirnyaaaaa mengeluh lagi..huft (sifat manusia benar2 ada padaku).


Ya Allah.. Mungkin aku terlalu banyak mengeluh,, kurang bersyukur atas pekerjaanku ini,, dan mungkin atas apapun kenikmatan2 yang Kau beri untuk ku selama ini. Ampuni ku ya Allah..


Akhirnya ku ingati,, kulakukan ini bukan semata uang yang kucari namun Ridho_Mu ya ILahi.. biar dikata pekerjaanku tak bermutu,, ku yakin Kau berikan hikmah dan barokah kebaikan-kebaikan yang mungkin tak kudapati di luar sana di balik semua itu.


Kini tiap kali perasaan kesal itu bersarang,, ku tak larut dan mengikutinya.,ku kendalikan ia,,
kembali kurenungi, semua ini tak kan berarti tanpa ku kerjakan dengan ikhlas sepenuh hati..


Semangat..

Selasa, 29 November 2011

Ini kan hanya sekedar di facebook




Amati perilaku dalam berfacebook
Diam2 memperhatikan gelagat2 masyarakat di dunia ini menarik juga, tentunya perhatian terbaik bisa melalui pengalaman hidup sendiri atau bisa jadi lewat penulusuran di dunia maya. Banyak sekali yang tanpa sengaja diperlihatkan bahkan diperdengarkan, yang menjadi highlight kali ini berhubungan dengan lisan kita, meskipun hanya sekedar lewat status, komentar dalam ber facebook atau blog sekalipun tetap saja itu adalah lisan kita...dan suatu saat lisan inilah yang akan diminta tanggung jawabnya di pengadilan akhir nanti.

Ada kalanya facebook ini hanya digunakan sebagai media untuk menuangkan keluh kesah bahkan tak sedikit dijumpai ajang perang mulut bahkan saya sempat melihat status yang bunyinya " Bagi Mr.x yang ingin membunuh saya.......". Wuih...serem amat, jika hal itu terjadi maka jadilah facebook ini tempatnya membengkakkan hati juga tempat dimana nama baik seseorang dicemarkan dengan sewenang-wenang. Bayangkan page-page yang mengecam , mencaci dan menghina orangpun demikian banyaknya bahkan tak sedikit dijadikan tempat untuk mengolok-olok Nabi kita Muhammad SAW...Astagfirullahal'adzim.
Jika kita masuk kemudian melihat komentar2 didalamnyapun huh...bukan main pedasnya, mencaci, memaki...sekedar melampiaskan kekesalan hati. Adakah kita pernah terlibat didalamnya ? Ya Allah jangan biarkan kami melakukan perbuatan yang sia-sia.


Jangan !! Jangan sekali2 mencaci orang, jangan pula mengejek orang apalagi mengumpat orang walau hanya sekedar di facebook yang sebagian orang beranggapan ga kenal ini kok, ini kan hanya sekedar dunia maya...si maya juga ga masalah kok !! Ingatlah, Allah itu maha tajam perhatian_Nya, maha adil timbangannya,


Manfaat facebook
Facebook bisa menjadi ajang saling bertemu teman lama ataupun mendapatkan teman baru. Facebook juga bisa dijadikan tempat jual beli, bisa dijadikan media promosi yang sangat efektif. Yang lebih menarik facebook kerap dijadikan tempat diskusi dan salah satu fiturnya biasanya dilakukan dalam group yang berfungsi sebagai forum dan kita bisa berdiskusi dengan siapapun. Yang tak kalah pentingnya facebook bisa dijadikan tempat untuk mencari dukungan ingat kasus kriminalisasi KPK atau uang koin PRITA, dari mana pendukung itu datang...ya dari facebook lah..

Manfaatkan lisan ini secara baik walau hany sekedar di facebook, jika tidak ia akan membakar si empunya lisan itu sendiri. Dalam hal ini Imam Al-Ghazali mengemukakan ada banyak macam bahaya lidah yang harus diperhatikan manusia.
• Perkataan yang tidak bermanfaat akan membuat hati menjadi kasar. Hati2, mereka yang banyak bercakap2 maka banyak bohongnya. Padahal ciri2 orang beriman (QS 23-3) adalah mereka yang senantiasa menghindarkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat sehingga menyebabkan pertengkaran dan dendam.
• Banyak bicara yang sifatnya sia-sia akan menimbulkan permusuhan antara kelompok dan golongan, biasa dibumbui ucapan yang mengandung makian dan cacian tak jarang mengutuk seseorang atau satu golongan.
Allah berfirman :
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan (mentertawakan) kaum yang lain. Boleh jadi (yang ditertawakan itu) lebih baik dari mereka (yang mentertawakan). Jangan pula sekelompok wanita mentertawakan kelompok wanita yang lain, boleh jadi (yang diperolok-olok itu) lebih baik dari mereka dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk,”” (QS 49: 11).
• Membuka rahasia orang lain kemudian berjanji palsu atau bersumpah palsu, semua itu akan merusak nilai-nilai amanah.
Rasulullah bersabda:
”Waspadalah terhadap pembohong! Sebab pembohong dan orang-orang yang zalim sama-sama dalam neraka.” (HR Ibnu Majah)
Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah :
”Apa penyebab terbesar orang masuk neraka?” Nabi menjawab: ””Kerana lidah dan kemaluannya.” (HR Turmudzi).
Mudah-mudahan kita semua dapat mengendalikan diri. Lisan itu ibarat racun, dia bisa membunuh dengan cara memfitnah dan menghina hingga musuh ditemui dan lisan juga ibarat pisau, dia mudah melukai teman hingga berkecil hati dan menangis tergores karenanya.Mari kita jaga lisan kita !!
Abaikan hal-hal yang kurang bermanfaat
Amatlah risih ketika melihat teman2 kita memposting photo2 dengan adegan mesra di facebook, janganlah mengumbar kemesraan di Fb sebab hal demikian sepantasnya hanya menjadi komsumsi pribadi jangan jadikan tontonan khalayak ramai. Jangan pula bangga mempertontonkan hal2 yang tidak pantas. Boleh jadi untuk sebagian orang yang hobby memposting status2 galau adalah bentuk curhat agar beban lepas tapi ingatlah orang lain akan lebih sering menggunakan persepsi daripada empati sehingga jangan salah jika orang lain lebih senang menghakimi dari pada memahami.

Apabila kita menemui status yg penuh dengan keluhan mari kita abaikan jangan terus ikut memojokkan karena sesungguhnya kita tak pernah tau apa yang terjadi dibalik keluarnya status tersebut.

Nasehat atau Nafsu
Dekati nasehat daripada mengumbar nafsu, Nasehat itu laksana obat dia akan menyembuhkan walaupun pahit tapi nafsu dia akan mengikis habis perilaku baik menuju sesat. Hindari mengumbar nafsu melalui facebook, dalam kehidupan segala sesuatu dapat dengan mudah memancing amarah, hanya karena baca status yang merasa ditujukan pada diri sendiri langsung bereaksi dan membuat orang hilang arah. Di saat kita ingin marah coba tahan sejenak dan cari tahu lebih banyak apa yang mendasari status keluar jangan langsung dikomentari secara frontal dengan tambahan informasi yang kita cari dengan jalan bertanya pada si pembuat status mungkin kemarahan menjadi batal.

Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada sahabatnya Abu Dzar jundup bin junadah dan Abu abdurrahman bin jabal :
"Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah manusia dengan ahklak terpuji " (HR.Tarmidzi)

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita, taqwa di facebook memang sulit untuk dilakukan dan harus dilakukan dengan usaha yang ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu ketika kita bersama orang lain yang pandai berbagi dalam kebaikan dan pandai dalam menasehati. Sebagai contoh ketika kita berkumpul dalam suatu majelis dzikir maka pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik tetapi bila kita berkumpul dengan orang2 yang pandai mengumbar nafsu amarah otomatis maksyiatpun akan mudah dilaksanakan.

Adab - adab dalam berfacebook
1. Sopan
Baik di dunia nyata maupun dunia maya, perkenalan tentunya harus sopan dan jujur. Ketika berteman dengan teman-teman atau sahabat lainnya, janganlah melupakan peran teman anda sebagai penghubung anda yang bisa menjelaskan bahwa anda mengetahui profil mereka melalui teman anda. Dalam pertemanan berlaku sopan dan jujur dalam arti sopan dan berakhlak yang baik, serta bila bersenda gurau berlakulah mengucapkan yang hak atau jujur.

2. Janganlah mengungkap tentang kegagalan suatu hubungan
Bila kita sedang patah hati atau putus cinta atau kesal setengah mati karena sesuatu hal atau kekasih pergi dengan perempuan lain, sebaiknya simpan saja di ruangan pribadi. Janganlah mengubarnya di jejaring ini (diungkapkan dalam status). Janganlah bertanya pada orang-orang di dunia maya yang diakses oleh orang banyak. Biasanya seseorang yang kesal atau gagal dalam sesuatu hubungan mengucapkan kata-kata yang kotor, kata-kata yang rendah dan bila diucapkan secara langsung dengan suara yang keras dan memaki-maki.

3. Jangan curhat dan buka rahasia
Curhat memang menyenangkan, namun sebaiknya lihat-lihat tempat bila ingin curhat. Cobalah gunakan cara yang konvensional (bisa lewat Hp atau saking terpaksanya lakukan lewat inbox). Jangan menulis hal-hal yang sangat pribadi ini ke status, karena akan merugikan diri sendiri...dan orang lain akan dengan mudah menilai siapa sesungguhnya pribadi kita ini.

4. Jangan menghina, mencaci dan menyebarkan fitnah
Seperti di dunia nyata, di dunia maya pun dituntut untuk menjaga tutur kata yang baik. Bila anda mencaci maki dengan kata yang kasar, bisa-bisa anda dinilai sebagai orang yang menyebalkan, dan tentunya akan menjatuhkan reputasi anda di mata teman-teman. Perbuatan menghina dan mengejek diharamkan dan dilarang keras oleh ajaran agama Islam sebagaimana Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sesuatu kaum menghina kepada kaum yang lain, karena barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan. Jangan pula golongan wanita menghina kepada golongan wanita yang lain, karena barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan” (Al-Hujurat ayat 11). “Janganlah kau ikuti orang yang suka mencela serta berjalan (kesana kemari) menyebarkan fitnah” (Al-Qalam ayat 11).

5. Kenali perbedaan antara wall (status) dengan message.
Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi anda sebaiknya tidak perlu terlalu diekspos. Ingat kan ini juga dibaca oleh orang banyak, dan kalimat-kalimat nya mungkin lebih cocok jika disampaikan melalui message di inbox.

6. Jangan terlalu sering mengeluh.
Hindari mengeluh di facebook. Ingat status kita dibaca oleh banyak orang, jagalah jari2 anda agar tidak mengetik sembarangan. Daripada berkeluh kesah, sebaiknya tuliskan hal-hal yang positif yang membuat orang lain bersemangat dan bermotivasi.

7. Membalas setiap pesan
Jawablah pesan dari teman anda jika mereka menanyakan sesuatu. Abaikan saja jika ada yang mengirimkan pesan negative dan jangan terpancing serta membuang waktu anda dengan menanggapi orang tersebut. Sama saja di dunia nyata dengan dunia maya juga dalam bersilaturahmi ke teman atau saudara, walau sekedar bercakap-cakap, Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan adab bertamu yaitu “mengucapkan salam”. Dengan mengucapkan salam berarti anda mendoakan semoga tuan rumah memperoleh keberkahan dan keselamatan.

8. Hargai usaha orang lain.
Hargailah usaha orang lain yang membuat status, tulisan, kutipan, petunjuk, saran ataupun kritik yang membangun. Allah berfirman, :“Kami (Allah) mencatat apa-apa yang telah mereka lakukan dahulu-dahulu dan apa-apa yang merupakan bekas dari amalan-amalannya itu” (Yaa Siin ayat 12). “Akan diberitahukanlah kepada manusia pada hari kiamat itu apa-apa saja amalan yang dilakukannya dahulu atau belakangan” (Al-Qiyamah ayat 13).

Himbauan
Setiap hari tentu kita memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu ataupun orang lain dalam dunia ini. Tergambar jelas dari bagaimana sebuah respon itu akan kita berikan terhadap orang tersebut. Begitu banyaknya sikap dan perilaku yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang syarat dengan kompleksitas. Baik atau buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana persepsi yang berada di otak kepala. Pahamilah paradigma dan karakter dari dua sisi yang saling mengikat satu sama lain. Apa yang kita sampaikan sangat berkaitan dengan siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita tidak bisa mengubah cara pandang kita tanpa sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.

Yang harus lebih diperhatikan adalah komponen-komponen saringan proses pikiran kita mulai dari menerima informasi sampai dengan membuatnya menjadi perilaku, mana yang perlu kita perbaiki apakah nilai-nilai kita atau mungkin juga pengalaman-pengalaman kita ??

Peganglah pedoman ini dalam berfacebook
A = Amati perilaku dalam berfacebook
M = Manfaat facebook
A = Abaikan hal-hal yang kurang bermanfaat
N = Nasehat atau Nafsu
A = Adab- adab berfacebook
H = Himbauan

Jangan lagi katakan, Ini kan hanya sekedar di facebook lantas kita bisa sesuka hati berbuat tapi katakan facebook ternyata bermanfaat bagi hidupku dan kita tidak bisa sesuka hati tetap ada norma, adab yang harus dipegang dengan baik!!


http://indahramadhany.blogspot.com/

Jumat, 18 November 2011

Hidayah datang dari sebuah status




    Kesempatan itu tidak akan muncul bila kita hanya dengan menunggu tapi ia akan segera datang bila kita mencarinya. Kita tak akan pernah disapa hidayah Allah andai kita tak pernah berusaha untuk  mendapatkannya, apalagi tidak pernah ada keinginan untuk menggapainya karena hidayah Allah itu bukan barang gratisan meskipun ia bertebaran di muka bumi ini tapi untuk menggapainya pun diperlukan usaha untuk mendapatkannya, mengejarnya dan kemudian mewujudkannya dalam suatu tindakan. Tanpa semua itu hidayah itu hanya bagaikan angin yang berhembus semilir kemudian hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak yang berarti dalam kehidupan kita. Kita manusia yang telah diberikan akal pikiran dituntut pandai2 menangkap hidayah Allah.
Bagaimana manusia mengenali hidayah Allah ?
Sebagai seorang muslim tentulah kita akan mengalami rasa gelisah karena gelisah ini adalah hak dan kewajiban. Gelisah ini adalah fitrah yang bisa membawa pelakunya dalam sebuah arus perubahan, proses menuju perubahan ini yang akan membawa pelakunya pada dentuman yang luar biasa hebatnya, rasa ketakutan, rasa kecewa dan perasaan2 lainnya akan bergemuruh berkumpul jadi satu masing2 akan meneriakan satu bentuk rasa penasaran akan adanya sebuah kebenaran, dia akan terus menyesakkan dada dan berujung pada rasa penyesalan yang dalam dan diliputi perasaan berdosa. rasa2 inilah kemudian yang akan menjelma dalam suatu tekad untuk berubah dan siap memperbaiki diri. Pada bagian inilah hidayah mulai menyapa kita...
Hidayah itu datang bisa dengan jalan apapun, bahkan kali ini aku mengalaminya hanya melalui sebuah status, hidayah itu bisa menyapa kita dengan manisnya. Bayangkan hanya lewat sebuah status!! Status itu ketika awal mula ku baca hanya biasa2 saja, tidak sedikitpun ada hal yang menarik apalagi luar biasa, banyak sudah aku membaca status yang bunyinya seperti itu. Namun tanpa aku sadari status itu bagaikan mata panah yang lepas dari busurnya melesat dan tepat menancap dalam dada hingga aku merasakan sakit yang teramat sangat bahkan menyisakan jejak seribu tanya dalam batinku. Aku sungguh penasaran dibuatnya lantas kubaca ulang, ternyata memang ada yang lain dengan status ini, ini sangat bertalian erat dengan sesuatu yang ada pada diriku. Benarkah ada yang salah terhadap diri ini, aku berusaha mengejarnya kuserbu dengan berderet pertanyaan, tidak puas sampai disitu akupun cukup disibukkan dengan mencari sebuah kebenaran dan pada saat pencarian,aku selalu berharap bahwa apa yang ada padaku sudah baik dan benar. Namun lagi2 aku dihadapkan dengan rasa kecewa karena memang benar2 ada yang salah pada diri ini dan saat itupun aku hanya dihadapkan pada satu pilihan dimana aku harus memperbaikinya, hal inilah kemudian yang menjadikan kegelisahan, kegelisahan ini akan memuncak.dia akan terus bergemuruh hingga menumbuhkan niat yang kuat untuk melakukan perubahan. Disinilah hidayah itu akan benar2 hadir, tinggallah kita mempersiapkan kehadirannya dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur, agar hidayah itu mewujud dan kita peroleh ampunan dari Allah SWT.
Ingat syetan itu kreatif !!
Jika bukan karena keinginan yang kuat untuk memperbaiki diri dihadapan sang Illahi Robbi maka syetan akan mudah membujuk kita hingga hidayah yang sudah dalam genggaman bisa hilang pergi menjauh dan tak pernah singgah kembali. Hidayah akan datang setiap saat tapi kita tidak akan pernah tahu bagaimana hidayah itu akan sampai kepada kita. Hidayah itu ibarat cahaya, ia tak akan menyapa kamar yang tak pernah dibuka jendelanya. Oleh karenanya jika hidayah datang menyapa kita segeralah luruskan niat dan tanamkan dalam hati perbuatan apapun harus sesuai syari'at, pelaksanaannya pun harus menurut syari'at tentunya Natijah hasil yang didapat dipergunakan mengikuti syari'at. Disitulah kreatifitas syetan akan dihambat.
Kesungguhan dalam beribadah akan membuahkan ahklaq yang mulia, budi pekerti yang baik dan khusnul khulq. Allah menilai manusia bukan melalui banyaknya ibadah tapi hasil dari ibadah yang dapat membuahkan akhlak. Akhlak yang terpuji, dia tidak akan mengingkari ketetapan Allah.
"Sesungguhnya dunia ini perlahan pergi meninggalkan kita. Sementara akhirat perlahan berjalan mendekati kita.Dan masing-masing dari mereka memiliki anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat & jangalah kalian menjadi anak-anak dunia! Sebab hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab sedikitpun. Namun, besok (akhirat) adalah waktu untuk melakukan hisab dan tidak ada lagi kesempatan untuk beramal".
(Riwayat Ali Bin Abi Thalib ra)
Terimakasihku ya Allah
Atas kerikil hidayah yang Kau berikan
Kau telah membimbingku untuk menemukan yang benar
Dan kinipun aku semakin tahu
Tiada yang menentramkanku, selain dekat dan mengingatMu...
Bersimpuh diatas sajadah panjangku
agar aku sampai ketujuan dengan memohon ampun atas dosa ini
Ku rindu kasih-MU, Ku ingin cinta-MU
Puji syukur atas hidayah ini, bimbing aku selalu, tuntun langkahku menyusuri jalan yang Kau ridhoi....Aamiin..

* Untuk yang telah membuat perubahan dalam hidupku, entah dengan cara apa aku harus berkata. Hanya inilah yang ingin aku katakan "Tetaplah di jalan Da'wah... and Thank you so much"



Selasa, 18 Oktober 2011

Introspeksi Diri



Suatu ketika seorang suami curiga terhadap pendengaran istrinya lantaran tiap kali ia memanggil si istri tidak menjawab.

“Apa yang terjadi pada istriku?? apa mungkin ada kelainan pada pendengarannya??”tanyanya dalam hati.

Dan keesokan harinya si suami mendatangi seorang dokter untuk konsultasi tentang kecurigaannya terhadap si istri tsb.

Di katakannya semua kecurigaan itu pada dokter.

Suami :Bagaimana dok, apa kecurigaan saya benar?apa istri saya tuli??

Dokter : begini saja pak, untuk membuktikan sebaikya kita lakukan tes terlebih dahulu. Tentu tanpa sepengetahuan isrti anda.

coba anda berbicara / memanggil istri anda  pada  jarak 5 m.jika istri anda tidak mendengar,ulangi hal yang sama dengan jarak 3 m.jika belum juga mendengar, ulangi dengan jarak lebih dekat lagi.

Sesampainya dirumah tak sabar si suami segera mempraktekkan saran dokter.

(pada jarak 5 m)
Suami   : “ lagi masak apa ma..”

tak ada sautan yang ia dengar

(di ulanginya pada jarak 3 m)

“Lagi masak apa ma..”

tetap tak ada jawaban yang ia dengar

(diulanginya lagi pada jarak yang lebih dekat)

“ma.. lagi masak apa.. papa Tanya kok ndak di jawab???”

Istri      : “papa ini.. dari tadi juga mama bilang bikin nasi goreng pa..”

Suami   : diam seribu bahasa.


“permasalahan yang timbul di sekeliling kita kerap kali membuat kita cenderung menyalahkan yang lain dan membenarkan diri sendiri, dengan tanpa kita sadari bisa jadi permasalahan tersebut berasal dari diri kita sendiri.”



^^Saling instropeksi^^


Selasa, 04 Oktober 2011

Sulitnya membangun kepercayaan diri



















Percaya diri.
dua kata yang sebenarnya biasa saja., namun siapa sangka dua kata yang terlihat biasa itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan seorang anak manusia,dapat membawa seseorang kepada keberhasilan atau malah sebaliknya.
percaya diri adalah modal utama menuju sukses
tanpa kepercayaan diri manusia sulit berkembang, selalu merasa minder dsb.

Mengapa aku tidak percaya diri???
Sebuah pertanyaan yang mungkin terbersit dibenak sebagian orang yang kurang memiliki kepercayaan diri. Kepercayaan diri tumbuh sejak dini,tergantung bagaimana orang tua memberikan pengajaran percaya diri tersebut terhadap buah hatinya. Jika sejak dini ia selalu dibedakan dengan kebanyakan teman-temannya tentu seorang anak akan merasa dirinya tidak lebih baik dari yang lain dan hal seperti itu akan membentuk pribadi tidak percaya diri terbawa hingga dewasa.

Namun demikian tidak sedikit dari kita yang mengalami dan menyadari akan hal itu, sebenarnya juga tidak menginginkan kejadian itu menimpa kita dimasa lalu. Siapa yang bisa mengembalikan masa lalu?? Tidak akan ada.Bagi kita yang mempunyai masa lalu demikian tentu membuat pribadi kita menjadi tak terarah untuk menjadi pribadi yang percaya diri dan menjadi diri sendiri.karena diri kita menolak kemauan kita.Keadaan itu menjadi bertolak belakang yang akhirnya membuat kita tertekan dan selalu merasa tidak lebih baik dari yang lain. 

Teringat akan penuturan salah seorang sahabat, orang yang terlihat hebat di mata kita dia tidak memperdulikan apa yang akan orang lain katakan tentangnya. Ia fokus dan yakin pada diri sendiri bahwa apa yang dilakukannya adalah hasil cipta dan rasa dirinya. Tidak peduli apa yang akan dikatakan orang terhadapnya selagi menurutnya baik.

Bagaimana bisa percaya diri ??

Percaya diri muncul dari hati
siapa tidak percaya diri
sulit beradaptasi
adapun yang percaya diri
ngapain aja enjoy dibawa happy

percaya diri bukan sesuatu yang mudah dicari
ataupun dimiliki
tapi bukan tak mungkin untuk bisa dicapai
dengan kita percaya diri
dan menjadi diri sendiri
kita telah bersyukur akan karunia Ilahi

semua manusia pasti punya kekurangan
tapi ada kekurangan tentu ada kelebihan
bersyukurlah dengan keadaan
tutupi kekurangan dengan kelebihan
kerjakan apa yang bisa kita kerjakan
Selebihnya biarlah Tuhan yang menentukan..

bukan apa yang Anda dengar yang akan mempengaruhi Anda, tetapi apa yang Anda katakan kepada diri Andalah yang akan mempengaruhi Anda.(Jack Canfield)

siap melangkah menjadi diri sendiri,
insyaAllah.. tetap semangat 
firi’ayatillah.. ^_^


Rabu, 13 Juli 2011

~ Susahnya Mengenali Diri Sendiri ~



 Seberapa susahnya sebenarnya kita mengenali diri sendiri itu..?
 Kadang2 kita ini begitu pintarnya mengenal orang lain, tapi kita sendiri     tidak mengenal diri kita sendiri.
‘Barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, konon Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya —red.). Walaupun secara sanad tidak sahih, namun maknanya adalah pengulangan dari ayat Quran, “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”. Jadi, “Lupa Allah => Lupa diri sendiri”, kalau dibalik secara logika menjadi “ingat/mengenal diri => Mengenal Allah”.

Mengetahui orang lain adalah kebijaksanaan
Mengetahui diri adalah pencerahan.
Menguasai orang lain memerlukan kekuatan
Menguasai diri membutuhkan kekuatan.

Mengenal diri sendiri adalah sebuah kewajiban. Bagaimana mungkin mampu mengimplementasikan perintah Allah, bila diri ini saja tidak dikenal. Lalu bagaimana bisa memahami keinginan Allah SWT. Bagaimana mungkin bisa tunduk kepada_Nya jika tak mengenal siapa diri kita ini. Coba kita perhatikan jawaban2 dari pertanyaan ini, ketika berada di gerbang sakaratul maut :
"Siapa kamu...?"
"Fulan, tuan.."
"Apakah itu namamu...?"
"Betul, tuan.."
"Aku tidak bertanya namamu, tapi aku tanya siapa kamu"
"Saya seorang muslim, saya seorang pengikut Rasululloh tuan"
"Aku sedang tidak bertanya agamamu, tapi aku bertanya siapa kamu...?"

Dia tidak bisa menjawab, terjegal justru oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.

Untuk mengenal diri diperlukan suatu “pengakuan”, sehingga kita menjadi dewasa dan semakin arif. Dalam pengenalan diperlukan suatu wawasan secara batiniah yang jernih, karena kalau dengan akal maka yang ada hanya sebatas debat yang tidak selesai. Dalam pengenalan diri diperlukan waktu dan pendekatan pada Allah, karena sesungguhnya ruh kita adalah bagian dari Yang Maha Besar. Selama ini kita sering mengabaikan dan tidak memperdulikan ruh kita, sehingga ruh menjadi sang yatim yang terbelenggu dengan segala hijab yang kita ciptakan sendiri. Sudah waktunya kita mengenal dan mencari, sehingga kita tidak tersesat.

Mengenali diri sendiri adalah kunci pembuka untuk mendekatkan diri kepada Allah, betapa sulitnya untuk bisa mengenali diri sendiri jika di dalam hatinya masih terselip sifat sombong dan angkuh, betapa sulitnya memahami diri sendiri jika didalam hatinya ada rasa selalu ingin dipuji, sehingga perasaan2 semacam itulah yang menjadi jurang pemisah yang dapat mempersulit untuk mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

MENGENAL DIRI SENDIRI
Langkah pertama untuk mengenal diri sendiri ialah dengan mengetahui bahwa diri itu tersusun dari bentuk-bentuk lahir (yang disebut badan atau jasad) dan bentuk-bentuk bathin (yang disebut qalbu atau jiwa). Yang dimaksudkan dengan Qalbu itu bukanlah yang berupa segumpal daging yang berada disebelah kiri badan (yang dikatakan jantung). Tetapi dialah Roh suci dan berpengaruh di dalam tubuh dan dialah yang mengatur jasmani dan segenap anggota badan. Dialah Hakikat Insan Allah (yang dinamakan diri yang sebenarnya diri). Dialah yang bertanggung jawab dan dialah yang dipuji atau diseksa oleh Allah SWT.

Untuk meneliti dan mengenal diri sendiri itu, maka jasad dapat dimisalkan sebagai suatu kerajaan. Dan roh sebagai Rajanya yang berkuasa dan dialah yang mengatur jasmani. Jasmani adalah sebagai suatu Kerajaan dalam bentuk Alamuasyahadah atau Alam Nyata. Seluruh badan jasmani akan hancur binasa setelah mati, tetapi hakikat Roh dan jiwa tidak akan mati, ia tetap tinggal dalam Ilmu Allah. Dan Rohani / Jiwa adalah sebagai Raja dalam bentuk Alam Ghaib, maksudnya bahwa Roh / Jiwa itu adalah ghaib, keadaannya tidak terpisah-pisah, tidak terbatas oleh waktu dan ruang, tidak tentu tempatnya dalam sesuatu bahagian tubuh, oleh kerana itu maka setiap manusia adalah merupakan pemerintah di atas kerajaan kecil didalam dirinya sendiri. Sungguh benar sekali istilah yang menyebutkan bahwa ”Manusia itu adalah mikromos” atau dunia kecil dalam dirinya sendiri. Sebahagian orang berpendapat bahwa hakekat Qalbu atau Roh itu dapat dicapai dengan cara memejamkan kedua matanya serta melupakan segala yang ada di sekitarnya, kecuali pribadinya. Dengan cara begitu akan dapat juga kilauan dari alam abadi kepada pribadinya (dalam mengenal dirinya).

Tetapi bagaimanapun juga segala pertanyaan yang mendalam tentang hakikat Roh yang sesungguhnya, adalah tidak diizinkan oleh Allah Yang Maha Esa. Didalam Quran Allah berfirman: ”Mereka itu bertanya kepada Engkau Muhammad, tentang Roh, katakanlah bahwa Roh itu urusan Tuhanku, tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit saja” .(S. Isra 85) . Apabila seseorang bertafakur atas dirinya sendiri, maka ia akan dapat mengetahui bahwa dirinya itu pada masa dahulunya, ”tidaknya pernah ada”. Firman Allah: ”Tidaklah manusia itu ingat bahwa kami menjadikannya dahulunya sedang ia belum ada suatu apapun”. Kemudian manusia itu akan mengetahui bahwa ia sebenarnya dijadikan dari setitis air (mani) yang tidak mempunyai akal sedikitpun, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, kepala dan sebagainya. Dari sinilah manusia akan mengetahui dengan terang dan nyata, bahwa tingkat kesempurnaan yang ia dapat capai bukanlah ia yang membuatnya, karena sehelai rambut pun manusia itu tidak akan sanggup membuatnya. Dengan jalan memikirkan hal tersebut  maka manusia itu dapat menemukan dirinya di dalam kejadian yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Kekuasaan dan Kasih-Sayangnya Tuhan yang menjadikannya. Dan apabila manusia itu berfikir jauh maka ternyata didalam kehidupan ia memerlukan berbagai macam keperluan seperti makanan, pakaian, perumahan dan sebagainya ,yang kesemuanya itu telah tersedia lengkap didalam muka bumi ini.

Disini manusia akan menjadi sadar akan sifat Rahman dan Rahimnya Allah yang begitu besar dan luasnya. Demikianlah alam dunia yang diciptakan Allah penuh dengan keajaiban keajaiban. Rangka jasad adalah bukti Kekuasaan dan KebijaksanaanNya dan penuh pula dengan berbagai-bagai alat kelengkapan yang dibuatNya sebagai tanda Kasih Sayang-Nya, pada keperluan hidup manusia, maka oleh karena itu manusia akan mengetahui bahwa Allah itu ”ADA”. Oleh karena itu benar-benar bahwa dengan penelitian dan pengenalan diri sendiri akan menjadi kunci bagi pengenalan Allah.

MENGENAL ALLAH
Bagian yang penting dalam mengenal ALLAH, datangnya dari perbuatan perbuatan kita bagi mempelajari dan meneliti serta memikirkan diri sendiri, yang memberikan kepada kita kekuatan,kepandaian dan mencintai ciptaanNya. Sifat sifat manusia, bukan hanya menjadi gambaran dari sifat sifat ALLAH, tetapi juga ragam adanya jiwa manusia membawa keinsafan kepada pengertian adanya ALLAH. Maksudnya bahwa kedua duanya yaitu ALLAH dan ROH adalah ghaib, tidak terpisah, tidak terbilang, tidak berupa, tidak berbentuk, tidak berwarna dan tidak berukuran.

Manusia mendapat kesukaran dalam menerima gambaran tersebut, Tetapi kesukaran kesukaran itu sebetulnya dirasakan oleh fikiran kita setiap waktu seperti perasaan marah,sakit ,gembira dan cinta.Hal ini merupakan faham fikiran dan tidak dapat diketahui oleh otak karena disebabkan oleh bentuk-dan ukurannya. Seperti halnya, telinga tidak dapat mengenal warna, mata tidak dapat mengenal suara dan begitu pula dalam mengertikan kenyataan kenyataan pokok yakni Tuhan dan Roh, Kita sendiri hanya dapat sampai pada batas batas yang dapat dicapai oleh akal fikiran dan selebihnya akal fikiran kita tidak sanggup lagi memikirkannya sebegitu jauh. Betapapun juga ,kita dapat melihat bahwa ALLAH itulah yang mengatur alam semesta dan Dia adalah tidak mengenal ruang dan waktu, tidak mengenal bentuk dan ukuran, yang memerintah segenap perkara sesuai keadaannya.Sebagaimana yang telah diuraikan,, ”ROH” tidak mempunyai tempat tertentu dalam sesuatu bahagian badan, tidak terpisah pisah,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi ia memerintah “JASAD”. Demikianlah ALLAH, tidak mengenal ruang dan masa,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi DIA memerintah Alam Semesta. Itulah Tuhan Yang Esa,Maha Kuasa,Maha Besar dan Maha Agung.

"Kehidupan sehari-harinya dalam rangka latihan menggapai tataran lebih tinggi, artinya harus berbuat apa saja yg bukan perbuatan melawan rumus Tuhan. Tidak hanya berteori, kata kitab, kata buku, menurut pasal, menurut ayat dst. Namun berusaha dimanifestasikan dalam perilaku dan perbuatan kehidupan sehari-hari."

Sumber : Terjemahan dari kitab ”KimyauSaadah” oleh Al Ghazali.

Kecewakah Ketika Hidup Tak Sesuai Rencana ???

Dari judul tersebut diatas pasti akan jawab dengan tegas, "jelas kecewa"

Wajarlah bila manusia masih memiliki rasa kecewa. Namun rasa kecewa itu tak perlu ditanggapi secara berlebihan, mengapa..?? Karena kita punya anti kecewa yang dapat kita petik dari sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an
"Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh." (QS. 7:183)
"Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya"(QS. 86:16)
Nah mengapa harus kecewa, bukankah Tuhan sudah mempersiapkan rencana lain yang lebih indah.
 
Betulkah Tuhan sudah mempersiapkan rencana yang lebih indah..?
Mengapa masih bertanya juga, coba perhatikan kita bisa hidup hingga detik ini...memangnya itu rencanamu. pernahkah kita merencanakan hidup sampai kapan atau mati pada tahun berapa..? Oh...jika kau pandai mensyukuri tentunya kau akan tahu, inilah rencana tuhan yang telah dirancang berpuluh ribu tahun sebelum kau terlahir. Bayangkan jika kau direncanakan bertahan hidup hanya hingga detik ini, apakah semua rencanamu yang sudah dirancang sedemikian hebatnya masih berguna untukmu..? Indah bukan rencana Tuhan itu, untuk itulah sahabatku jangan merasa kecewa ketika hidup tak sesuai rencana, kegagalan itu akan menggiringmu ke arah yang lebih baik di mata Tuhan...percayalah dan yakinlah....

Kalau begitu mengapa kita harus membuat rencana jika memang rencana Allah lebih indah dan memang sudah dipersiapkan untuk kita. Oh..bukan begitu. " Hidup memang harus punya rencana, sebab jika hidup tidak punya rencana yang baik, kita tidak akan pernah tahu bahwa Allah swt akan memberikan rencana dan hasil yang terbaik dibanding dengan rencana kita yang baik itu "

Dalam kehidupan, perencanaan itu memang sangatlah penting namun kitapun harus siap jika apa yang didapat akan keluar dari target yang sudah kita tentukan. Untuk itulah hidup tak sesuai rencana juga amatlah penting karena hidup itu adalah misteri, untuk itulah jangan kecewa jika hidup tak sesuai rencana. memang rasa kecewa akan datang jika rencana tak sesuai harapan tapi seiring waktu berjalan kemudian kita akan tahu bahwa rasa kecewa itu akan sangat menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.

Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja kita mengalami suatu kegagalan  atau pencapaian target yang tak sesuai dalam hidup. sehingga kita merasakan hal yang kurang mengenakkan dan kemudian memandangnya menjadi sesuatu hal yang buruk. Maka keburukan  akan terjadi jika kita memandangnya dari satu sisi saja. Coba bila kita berani memandang ke sisi yang lain, maka disitu akan ditemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Saya beri contoh, seorang ibu sedang menyulam dengan berbagai macam warna benang hingga benang2 itu terlihat kusut ketika kita memandangnya dari arah bawah, tapi coba perhatikan ketika kita melihat dari bagian atas wow..ternyata benang2 itu membentuk pemandangan yang luar biasa indahnya.

Ketika sebuah proses tidak sesuai dengan rencana dan kegagalan terjadi tak usahlah menyurutkan semangat kita. Allah maha tau ketika kita kecewa dan sedih tapi semua itu akan tergantikan dengan kebahagiaan tinggallah waktu diiringi usaha yang akan menentukan proses selanjutnya. Cobalah perhatikan dibalik semua kejadian akan ada hikmah yang membuat kita semakin kuat dan semakin lebih baik. Untuk itu ikhlaskanlah semua yang Allah telah gariskan untuk kita, Allah tak akan mungkin membiarkan hambanya dalam kesulitan tentunya akan diberikan kemudahan. Pokoknya singkapi semua dengan rasa syukur dan sabar, juga hadapi semua kegagalan dengan hati yang tulus dan penuh semangat..Terangkan pikiran, buang rasa kecewa jauh-jauh dan yakinkan dalam hati bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.

Satu hal yang membuat kita dewasa adalah masalah, dunia diciptakan memang dengan semua permasalahannya dimana tugas manusialah untuk memecahkan masalah dan Allah sudah memberikan petunjuk lewat Al-qur'an dan hadist. Maka hadapilah masalah itu jika memang masalah itu bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Allah SWT, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”

Rabu, 02 Maret 2011

KHILAFAH


   Islam adalah agama paripurna dan sempurna yang di dalamnya mengatur sistem politik dan pemerintahan. Dan pada bahasan kali ini kita akan mencoba menelisik bagaimana sistem politik dan pemerintahan dalam Islam.
   Khilafah menurut bahasa berarti pengganti, duta atau wakil.Kata khilafah ini bersinonim dengan imamah atau imarah yang ketiganya mempunyai arti pemerintahan atau kepemimpinan. Dari segi bahasa ketiga kata tersebut mengalami pergeseran arti menjadi pemerintahan, sehingga kata khilafah, imamah atau imarah adalah sebutan untuk lembaga politik yang mengatur pemerintahan. Sedangkan menurut istilah khilafah berarti struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan syariat Islam.
   Adapun khalifah berarti pengganti Nabi Muhammad saw sebagai kepala negara dan pemimpin agama. Jadi ia menggantikan Nabi sebagai kepala pemerintahan dan pimpinan agama tetapai tidak menggantikan Muhammad saw sebagai nabi karena posisi kenabian tidak dapat diganti oleh siapapun. Khilafah ini perlu diwujudkan oleh umat Islam untuk menciptakan persatuan dan kesatuan untuk memelihara ketertiban kehidupan bersama umat Islam.Hal ini sesuai dengan perintah Allah  yang artinya "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang shaleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa".(QS.Al-An'am : 55)
    Selanjutnya jika dilihat dari cakupan wilayahnya maka khilafah dapat dibagi menjadi 2 bentuk yaitu :
a). Khilafah berskala nasional yaitu khilafah yang berbentuk suatu negara yang memiliki wilayah tertentu dengan batas-batas tertentu pula serta kedaulatan yang utuh dan penuh.Pada masa lalu yang termasuk kategori ini antara lain Khilafah Bani Ummaiyah, Bani Abbasiyah dll sedangkan dimasa ini dapat kita lihat sebagai khilafah antara lain Saudi Arabia, Yordania, Palestina, Brunei Darussalam dll.
b). Khilafah berskala internasional yaitu kekuasaan umat Islam sedunia yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. Jadi dimanapun terdapat umat Islam, maka disitulah terdapat area kekuasaannya.

     Secara umum tujuan khilafah ialah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh ampunan dari ridho Allah SWT. 
"Sesungguhnya bagi kaum saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan):"Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".(QS.Saba':15)
      Khilafah yang dibangun dan dibentuk oleh Rosulullah saw berlandaskan pada dasar-dasar kokoh yang pada prinsipnya untuk menegakkan kalimat Allah
a. Dasar tauhid atau menegaskan Allah SWT dalam Al-Quran dijelaskan "Katakanlah Dia adalah Allah Yang  Maha Esa "(QS Al-Ikhlas : 1)
b. Dasar Persamaan derajat sesama umat manusia.
    "Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa   di antara kamu".(QS.Al-Hujurat : 13)
c. Dasar persatuan Islamiyah yaitu prinsip untuk menggalang persatuan dan kesatuan dalam Islam.
      " Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali(agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai (QS.Ali Imron : 103)
d. Dasar musyawarah atau kedaulatan rakyat.
      "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka (QS. Asy-Syura : 38)
e. Dasar keadilan dan kesejahteraan seluruh umat
    " Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (QS. An-Nahl : 90)
       
       Kelima dasar atau prinsip tersebut harus senantiasa dijadikan landasan dalam menetapkan setiap kebijakan khilafah (pemerintahan) sehingga tujuan khilafah dapat terwujud dengan sebaik-baiknya.

    Sulit dibayangkan apa yang terjadi bila tidak ada khilafah ( pemerintahan) segala aspek kehidupan pasti akan berjalan tanpa aturan, tidak ada hukum, percaturan politik dan ekonomi menjadi kacau, rasa tanggungjawab sulit diwujudkan. Dengan demikian maka kemaslahatan umum tidak akan dapat terpenuhi, keamanan agama, negara dan bangsa terancam dan segala macam kejahatan akan timbul.Pada akhirnya musnahlah manusia dimuka bumi. Oleh sebab itu umat Islam berkewajiban mewujudkan khilafah dalam rangka menegakkan kalimat Allah SWT sehingga terhindar dari berbagai kerusakan di kolong jagad ini.
     Khilafah yang di bangun dengan berdasarkan prinsip-prinsip yang Islami dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan kesejahteraan umat manusia sudah tentu akan besar hikmahnya bagi umat Islam itu sendiri.
     Salah satu hikmah khilafah itu adalah adanya upaya pengendalian dan pemenuhan aspirasi rakyat yang beragama dapat dipadukan kepentingan yang baragam dapat diakomodasikan sehingga meskipun pada dasarnya manusia itu mempunyai karakter berbeda, akan tetapi atas nama negara mereka dapat dipersatukan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dengan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.

Minggu, 20 Februari 2011

Wasiat Rosulullah kepada Ibnu Adam

 
Tentang Besarnya pengampunan Allah

Dari Anas bin Malik r.a, dia berkata,”Aku mendengar Rosulullah saw bersabda,Allah SWT berfirman
“Wahai ibnu Adam,bila kamu berdo'a kepada-Ku(Allah) dan mengharapkan rahmat-Ku,aku akan mengampuni dosamu dan aku tidak peduli bagaimanapun banyaknya.Wahai ibnu Adam,seandainya dosamu telah mencapai awan dilangit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampuni dosamu.Wahai ibnu Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sebesar bumi, kemudian kamu menjumpai-Ku, kamu tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu , aku akan datang pada-Mu dengan membawa pengampunan sebesar bumi juga.”(HR Tirmidzi,Ahmad dan Ad-Darimi)

Tidak ada dosa yang tidak diampuni bila orang itu mau benar-benar bertaubat kepada Allah, kecuali dosa menyekutukan Allah, meskipun dosanya memenuhi isi jagad raya dan lebih berat daripada isi bumi.
Inilah inti wasiat Rosulullah kepada anak Adam(manusia).Rosulullah SAW berwasiat demikian supaya mereka segera bertaubat kepada Allah sebelum ajal menjemputnya.


Ada dua jenis dosa yang harus diperhatikan bagi orang yang bertaubat.pertama  dosa yang berkaitan dengan manusia.kedua dosa yang berkaitan dengan Allah.
     Dosa yang berkaitan dengan manusia dapat diselesaikan dengan cara meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti,didzalimi, digunjingkan, difitnah, dipukul, dijatuhkan kehormatannya dan segala bentuk kesalahan atau perbuatan jahat kepadanya.
Sedangkan jika kesalahannya itu berkaitan dengan harta benda maka harus minta kehalalannya atau keikhlasannya.bila hal ini tidak dilakukan maka dosa terhadap sesama manusia masih tetap ada.
Setelah menyelesaikan hak Adamiy, maka orang yang bertaubat harus memohon ampun kepada Allah dengan banyak membaca istighfar, meningkatkan amal ibadahnya, menjauhi segala bentuk kemungkaran.
Anjuran untuk memperbanyak istighfar sesuai dengan firman Allah SWT
“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”(QS Nuh : 10)
                Rosullulah saw pun pernah bersabda ; “ Apabila kamu berbuat dosa sampai dosamu setinggi langit, kemudian kamu bertaubat niscaya Allah akan mengampuni dosamu.”
                Rosulullah saw bersabda: “Sekitar Arsyi terdapat tulisan yang berumur 4000 tahun sebelum dunia diciptakan. Tulisan tersebut berbunyi:”(Sesungguhnya Aku adalah Maha Pengampun bagi setiap orang yang bertaubat,beriman, dan beramal shaleh kemudian ia meminta petunjuk)”
Ini sesuai dengan sabda Rosulullah saw :”Setiap anak Adam pernah melakukan dosa, sedangkan sebaik-baik orang yang berdosa adalah mereka yang bertaubat.”
Ulama Ahli Hikmah berkata :”Orang yang berakal ketika bertaubat hendaknya mengerjakan 10 perkara, yaitu:
      1.Lisannya senantiasa membaca istighfar 
            2.Menyesali perbuatannya dari dosa yang dikerjakan 
      3.Meninggalkan segala bentuk perbuatan dosa tersebut 
            4.Berjanji tidak mengulangi perbuatan dosanya untuk selamanya
      5.Mencintai dan mengutamakan akhirat 
            6.Bersikap sederhana dalam urusan duniawi 
            7.Hanya berbicara pada hal-hal yang bermanfaat 
            8.Mengurangi makan dan minum
            9.Tekun beribadah 
           10.Mengurangi tidur(waktu lebih banyak digunakan untuk bekerja, beribadah dan belajar)

Al-Hasan berkata:”Orang yang mengumpat cukup beristighfar dengan tanpa meminta halalnya.”
Pendapat Al-Hasan ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik, bahwa Rosulullah saw pernah bersabda :”Kafarat (tebusan) orang yang kamu umpat adalah memohonkan ampun baginya”
                Kalau ia mengaku bertaubat dan banyak membaca istighfar, tetapi amal ibadahnya tidak ditingkatkan, perbuatan kemaksiatannya kadang-kadang masih diulang lagi, maka ia belum disebut taubat nasuha, ia adalah orang yang sedang bermain-main dengan agama. Perbuatannya ini juga termasuk kemaksiatan, sepertinya ia telah melecehkan Allah dengan pernyataan taubatnya itu. 

Wallahua'lam..


Look Me

.:|Assalamu'alaikum|:.

Selamat datang di faizah's Blog - Terima kasih telah berkunjung. Salam ukhuwah fillah ^_^

Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].