Photobucket

Senin, 25 April 2011

^Tiga Golongan Wanita^

   

     Seorang laki-laki bersumpah bahwa dirinya tidak akan menikah sebelum meminta saran kepada 100 manusia . Sebab dirinya mengalami patah hati yang tiada tara oleh seorang wanita . Diceritakan bahwa dia telah menemui 99 orang yang dimintai saran . Tinggal satu orang lagi untuk melengkapi jumlah yang ke 100 tersebut .

   Suatu hari, dia keluar dari rumahnya untuk bertanya kepada orang yang pertama kali bertemu dengannya adalah orang gila yang memakai kalung dari tulang . Mukanya sangat hitam . Selain itu, orang gila ini menunggangi kayu . Laki-laki itu memegang tombak yang dibawa oleh orang gila itu dan menyapa dengan salam .

    Laki-laki itu berkata ," Aku punya masalah ."
  
  Orang gila itu menjawab ," Silahkan engkau bertanya, namun engkau jangan bertanya sesuatu yang tidak penting bagimu ."

    Laki-laki berkata ," Aku patah hati oleh seorang wanita . Aku bersumpah tidak akan menikah sebelum meminta saran kepada seratus orang . Sekarang, engkau adalah orang yang keseratus yang aku mintai saran ."

   Orang gila berkata ," Ketahuilah olehmu wanita itu ada tiga jenis ."
Pertama , wanita yang bermanfaat bagimu. Kedua, wanita yang mudharat untukmu . Ketiga , wanita yang tidak bermanfaat dan tidak mudharat bagimu . Wanita yang bermanfaat bagimu adalah gadis tulen yang belum pernah disentuh oleh laki-laki . Wanita ini bermanfaat bagimu dan tidak akan memudharatkanmu . Jika melihat suaminya mendapatkan untung dia memuji kepada Allah SWT . dan, jika melihat engkau dalam keadaan rugi , dia akan berkata ," semua laki-laki tidak berbeda denganmu ."

    " Wanita mudharat untukmu adalah wanita yang mempunyai anak bukan darimu . dia memeras suaminya dan mengutamakan anaknya ."

    " Adapun wanita yang tidak bermanfaat dan tidak mudharat bagimu adalah wanita yang pernah menikah dengan orang lain . Jika melihat engkau dalam keadaan serba cukup, dia berkata ," Memang seperti ini yang harus dilakukan ." Jika melihat engkau dalam keadaan kekurangan , dia suka mengungkit-ungkit suaminya yang pertama ."
   
Laki-laki itu berkata , " Maukah engkau memberitahukan kepadaku apa yang menyebabkanmu berubah seperti yang aku lihat sekarang ?"

    Orang gila itu berkata ," Bukankah aku menyarankan kepadamu jangan bertanya sesuatu yang tidak penting bagimu ?"

    Laki-laki itu berkata ," Aku memohon dengan sangat agar engkau memberitahu penyebab engkau mengalami keadaan sepeti ini ."

    Orang gila itu berkata ," Aku dipaksa agar mau diangkat menjadi hakim disebuah pengadilan . Aku memilih apa yang engkau lihat sekarang daripada menjadi hakim ."



( di kisahkan dalam 'Uqala' Al Majnun oleh Kartika Nur fadi'ah)

Sabtu, 23 April 2011

^Kuburanlah yang Menjadi Tempat Malam Pertama Pernikahannya^

      Ini adalah kisah yang sangat menyedihkan, yang menunjukkan kepada kita, betapa remeh dan hinanya dunia, tidak ada kesenangan yang dapat dirasakan, tidak ada kebahagiaan yang dapat digapai dan tidak ada harta yang kekal. Semua itu pasti hilang, pada saat terpisahnya nyawa dari jasadnya, saat yang banyak dilupakan orang yang hidup di dunia ini, seolah-olah mereka tidak pernah hidup sesaatpun.

          Salah seorang yang memandikan jenazah menceritakan, “Sekelompok orang datang kepada kami di tempat pemandian jenazah.Ketika mereka meletakkan jenazah itu, suasana tampak diliputi keheningan, begitu heningnya, sehingga kami terpaku melihat suasana itu.Ternyata jenazah itu adalah seorang wanita muda yang dicabut nyawanya oleh Malaikat Maut dimalam kebahagiaannya.Malam itu,ia baru saja naik ke pelaminan.Ia dalam keadaan memakai perhiasannya yang paling indah dan palilng sempurna.Gelang yang indah melingkar di pergelangan kedua tangan dan kakinya, kalung melingkar di lehernya dan bedak kecantikan menghiasi wajahnya.”

Dus, keadaannya saat itu, ia berpakaian serba indah.Namun,,, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un,, pada malam yang penuh kebahagiaan itu,Allah menghendaki kematiannya.


Segala sesuatu itu mengikuti takdirnya..
Dan kematian adalah pelajaran yang sangat berharga

Hendaklah seorang hamba selalu ingat, bahwasanya ia selalu membawa kematian, berjalan menuju kematian dan selalu menunggu datangnya kematian,pagi,siang ataupun sore hari.Alangkah indahnya, sebuah kalimat yang menggertarkan jiwa, yang diucapkan oleh Ali bin Abi Tholib,”Sesungguhnya negeri akhirat telah berjalan menghadap kearah kita, maka jadilah kalian generasi akhirat dan jangan menjadi generasi dunia.Sesungguhnya yang ada hari ini adalah beramal dan belum ada hisab(perhitungan), sedangkan kelak di akhirat, yang ada hanyalah hisab dan sudah tidak ada lagi kesempatan untuk beramal..”

     Hendaknya manusia selalu bersiap-siap dan menyediakan bekal selalu memerbaiki keadaannya dan memperbarui taubatnya.Dan hendaknya manusia mengetahui, bahwa ia berhubungan dengan Robb Yang Maha Mulia,Maha Kuat, Maha Agung lagi Maha Lembut.Sesungguhnya kematian itu tidak pernah memberikan ijin kepada seorang pun untuk menolak, tidak pilih-pilih dan tidak bersikap ramah.Dan kematian itu tidak pernah memberikan peringatan dini yang diberitahukan kepada manusia.

Allah SWT , berfirman :

“Tidaklah jiwa itu mengetahui, di bumi mana ia akan mati.”(QS.Luqman : 34)

“(Kematian itu) tidak akan dating terlambat sedikitpun dan tidak akan datang lebih awal.”(QS.Saba’ : 30)


Wallahua'lam bishowab..

                                                                                                             

Jumat, 22 April 2011

^Mempersiapkan Untuk Bekal Akhir Kehidupan^




  
     Wahai manusia, seandainya kita dapat melihat betapa dekatnya ajal kita, niscaya kita akan meninggalkan angan-angan yang panjang dan penyesalan pasti akan membunuh kita jika kita tetap dalam kelalaian dan dibuai oleh angan-angan.

Wahai jiwa, bertaubatlah karena kematian telah dekat
Jangan kau patuhi hawa nafsumu, karena ia adalah fitnah
Tidakkah engkau melihat, bagaimana kematian memungut kita
ia telah memungut orang-orang yang lebih mulia dari kita

Setiap hari selalu kita dengar ada orang yang mati
engkau dapat melihat bekas-bekas kematian itu

Wahai jiwa, apa hubunganku dengan harta yang pasti kutinggalkan
ia kan meninggalkanku ketika aku keluar dari dunia dalam keadaan telanjang
lima puluh tahun telah berlalu,namun kusia-siakan
Sekarang sudah tiba waktunya tuk bertaubat

Bagaimana kita dapat pura-pura buta terhadap tempat kembali kita
Sementara kita melupakan Dzat yang tidak akan melupakan kita
Dimanakah para raja dan anak-anaknya
serta orang-orang yang selalu dimuliakan
mereka telah di seru oleh panggilan masa
Mereka telah pergi dari negeri ini ke negeri yang lain
Meninggalkan kota-kota, tempat mereka dimuliakan
Menuju tempat tidur yang hanya berupa liang kubur yang berdebu

Wahai jiwa yang terjatuh di lembah hawa nafsu
yang terperangkap dalam pakaian kesesatan
yang menghabiskan waktu dan umur dalam kesia-siaan
cukuplah bagimu apa yang telah berlalu

Qiyamullail di waktu sahur merasa kesepian karena kehilanganmu
dan syiam di waktu siang selalu menanyakanmu
malam-malam itu selalu mencela dirimu

Wahai jiwa yang masih memiliki kesempatan namun tak banyak mendatangkan faedah
makanlah selagi masih memiliki makanan
karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali

Benarkah apa yang di katakan oleh seseorang?

Besok jiwa-jiwa akan mati membawa apa yang telah diusahakan
Orang-orang yang menanam akan memanen tanamannya
Jika mereka berbuat baik merekan mendapat hasil kebaikan
dan jika mereka berbuat jelek alangkah buruknya apa yang mereka kerjakan

Benar juga orang yang berkata,

Aku mati, dan yang tersisa adalah amal yang telah ku kerjakan
Aduhai, seandainya ada orang yang berdoa untukku

Semoga Tuhanku memaafkanku dengan karuniaNya
Dan mengampuni dosa-dosa dan perbuatanku yang buruk..


Rabu, 20 April 2011

`KEMATIAN ADALAH AYAT KAUNIYAH`


 Berdirilah seseorang yang sangat mencintai kematian,
“Dimanakah orang yang biasa memandikan jenazah?”

Dia berkata,”Wahai seluruh manusia,aku ingin dimandikan oleh orang yang terampil.”
“Lalu datanglah kepadaku seorang diantara mereka.”

“Dia menanggalkan pakaian yang ku pakai,”
“Menelanjangiku dan memisahkanku.”

“mereka letakkan tubuhku di atas meja”
“Gemericik air jatuh membersihkanku”

“Air itu dituangkan dari atas kepalaku”
 “ia mandikanku tiga kali”

“Lalu meminta yang lain mengafaniku”
"Mereka memberiku pakaian yang tak berlubang”

“Maka bekalku saat itu, hanyalah parfum yang mereka semprotkan ke tubuhku”
“mereka mengeluarkanku dari dunia, Alangkah malangnya diriku,

“Akulah orang yang berjalan tanpa bekal, padahal perjalananku sangat jauh”

“Mereka bawa tubuhku di atas keranda”
“Sementara di belakangku… banyak yang menangisi kepergianku”

“Tempat asing itu ternyata bukanlah negeri syam atau yaman”
“Tapi ia adalah liang lahat&kain kafan”

“dalam gulita kubur.. tidak ada ayah ibu yang mengasihiku,”
“juga saudara yang menyayangiku”

“mereka turunkan tubuhku perlahan”
“salah seorang kemudian menutup liang lahatku”

“menyingkap wajahku untuk melihatku terakhir kalinya”
“airmatanya menetes membasahiku”

“ia berdiri dengan penuh hormat”
“menyusun batu lahat lalu  meninggalkanku”

Ia berkata,”Timbunlah ia dengan tanah, Dan carilah pahala dari yang Maha Pengasih Pemilik segala karunia.



Rabu, 02 Maret 2011

KHILAFAH


   Islam adalah agama paripurna dan sempurna yang di dalamnya mengatur sistem politik dan pemerintahan. Dan pada bahasan kali ini kita akan mencoba menelisik bagaimana sistem politik dan pemerintahan dalam Islam.
   Khilafah menurut bahasa berarti pengganti, duta atau wakil.Kata khilafah ini bersinonim dengan imamah atau imarah yang ketiganya mempunyai arti pemerintahan atau kepemimpinan. Dari segi bahasa ketiga kata tersebut mengalami pergeseran arti menjadi pemerintahan, sehingga kata khilafah, imamah atau imarah adalah sebutan untuk lembaga politik yang mengatur pemerintahan. Sedangkan menurut istilah khilafah berarti struktur pemerintahan yang pelaksanaannya diatur berdasarkan syariat Islam.
   Adapun khalifah berarti pengganti Nabi Muhammad saw sebagai kepala negara dan pemimpin agama. Jadi ia menggantikan Nabi sebagai kepala pemerintahan dan pimpinan agama tetapai tidak menggantikan Muhammad saw sebagai nabi karena posisi kenabian tidak dapat diganti oleh siapapun. Khilafah ini perlu diwujudkan oleh umat Islam untuk menciptakan persatuan dan kesatuan untuk memelihara ketertiban kehidupan bersama umat Islam.Hal ini sesuai dengan perintah Allah  yang artinya "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan orang-orang yang shaleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa".(QS.Al-An'am : 55)
    Selanjutnya jika dilihat dari cakupan wilayahnya maka khilafah dapat dibagi menjadi 2 bentuk yaitu :
a). Khilafah berskala nasional yaitu khilafah yang berbentuk suatu negara yang memiliki wilayah tertentu dengan batas-batas tertentu pula serta kedaulatan yang utuh dan penuh.Pada masa lalu yang termasuk kategori ini antara lain Khilafah Bani Ummaiyah, Bani Abbasiyah dll sedangkan dimasa ini dapat kita lihat sebagai khilafah antara lain Saudi Arabia, Yordania, Palestina, Brunei Darussalam dll.
b). Khilafah berskala internasional yaitu kekuasaan umat Islam sedunia yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. Jadi dimanapun terdapat umat Islam, maka disitulah terdapat area kekuasaannya.

     Secara umum tujuan khilafah ialah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh ampunan dari ridho Allah SWT. 
"Sesungguhnya bagi kaum saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan):"Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".(QS.Saba':15)
      Khilafah yang dibangun dan dibentuk oleh Rosulullah saw berlandaskan pada dasar-dasar kokoh yang pada prinsipnya untuk menegakkan kalimat Allah
a. Dasar tauhid atau menegaskan Allah SWT dalam Al-Quran dijelaskan "Katakanlah Dia adalah Allah Yang  Maha Esa "(QS Al-Ikhlas : 1)
b. Dasar Persamaan derajat sesama umat manusia.
    "Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa   di antara kamu".(QS.Al-Hujurat : 13)
c. Dasar persatuan Islamiyah yaitu prinsip untuk menggalang persatuan dan kesatuan dalam Islam.
      " Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali(agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai (QS.Ali Imron : 103)
d. Dasar musyawarah atau kedaulatan rakyat.
      "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka (QS. Asy-Syura : 38)
e. Dasar keadilan dan kesejahteraan seluruh umat
    " Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (QS. An-Nahl : 90)
       
       Kelima dasar atau prinsip tersebut harus senantiasa dijadikan landasan dalam menetapkan setiap kebijakan khilafah (pemerintahan) sehingga tujuan khilafah dapat terwujud dengan sebaik-baiknya.

    Sulit dibayangkan apa yang terjadi bila tidak ada khilafah ( pemerintahan) segala aspek kehidupan pasti akan berjalan tanpa aturan, tidak ada hukum, percaturan politik dan ekonomi menjadi kacau, rasa tanggungjawab sulit diwujudkan. Dengan demikian maka kemaslahatan umum tidak akan dapat terpenuhi, keamanan agama, negara dan bangsa terancam dan segala macam kejahatan akan timbul.Pada akhirnya musnahlah manusia dimuka bumi. Oleh sebab itu umat Islam berkewajiban mewujudkan khilafah dalam rangka menegakkan kalimat Allah SWT sehingga terhindar dari berbagai kerusakan di kolong jagad ini.
     Khilafah yang di bangun dengan berdasarkan prinsip-prinsip yang Islami dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan kesejahteraan umat manusia sudah tentu akan besar hikmahnya bagi umat Islam itu sendiri.
     Salah satu hikmah khilafah itu adalah adanya upaya pengendalian dan pemenuhan aspirasi rakyat yang beragama dapat dipadukan kepentingan yang baragam dapat diakomodasikan sehingga meskipun pada dasarnya manusia itu mempunyai karakter berbeda, akan tetapi atas nama negara mereka dapat dipersatukan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dengan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.

Look Me

.:|Assalamu'alaikum|:.

Selamat datang di faizah's Blog - Terima kasih telah berkunjung. Salam ukhuwah fillah ^_^

Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].